Catatan Anak Bangsa

DSCN9455

Indonesia 70 tahun sudah usiamu, dengan usia yang sudah cukup dewasa ini pasti sudah melewati beberapa fase jika diibaratkan dengan pertumbuhan manusia dalam menyikapi berbagai masalah yang timbul di Indonesia, dari fase anak-anak, fase remaja, dan fase dewasa. Kenyataannya di lapangan Indonesia belum sepenuhnya  bisa menyikapi hal tersebut, Indonesia masih menuju tahap fase pendewasaan.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa hampir disetiap acara berita di televisi, maupun dari surat kabar banyak sekali masalah–masalah yang terjadi pada anak, mulai dari pelecehan seksual, kekerasan anak, pembunuhan, tawuran, dan lain sebagainya.

Kekerasan pada anak sering terjadi dilingkungan sekitar kita, bahkan banyak yang menjadi pelaku utama dalam kekerasan anak adalah orangtua sendiri. Orangtua sering beranggapan bahwa kekerasan yang ia lakukan adalah demi mendidik anaknya. Jika hal itu memang untuk mendidik anaknya silahkan lakukan tetapi dalam hal yang sewajarnya jangan sampai fisik anak luka ataupun psikologis anak menjadi terganggu, seperti memar pada fisiknya dan ketakutan pada psikologisnya.

Tiga elemen penting yang bertanggung jawab atas perlindungan anak diantaranya orangtua dan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketiga elemen tersebut harus bisa saling membantu dan mempunyai hubungan yang baik.

Orangtua sebagai orang terdekat anak harus bisa menjadi contoh bagi anak bukan sebaliknya menjadi sosok yang sangat menakutkan bagi anak. Orangtua tidak cukup hanya memberi kebutuhan pangan, sandang, dan papan kepada anak tetapi orangtua harus memberi pendidikan, memelihara, menjaga, dan kasih sayang yang cukup sehingga anak bisa berkembang dan berprestasi.

Perlu adanya hubungan yang baik juga dalam bermasyarakat demi tercapainya keinginan bersama untuk menjaga dan melindungi hak-hak anak, misal mengadakan suatu kegiatan yang bisa mempererat hubungan anak dengan orangtua, hubungan bertetangga. Dengan hubungan yang baik dan saling ingat mengingatkan dalam masyarakat maka akan terbangun suasana yang aman dan damai.

Selain orangtua dan masyarakat, pemerintah mempunyai peran penting untuk mewujudkan anak Indonesia yang merdeka dalam tanda kutip. Merdeka disini bukan berarti si anak bebas melakukan apapun yang dia inginkan, tetapi maksudnya anak tersebut bebas untuk hak-haknya sebagai anak, bebas berkarya, berkembang, berprestasi tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang anak seperti yang tercantum dalam Undang Undang No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak pasal 19, “Setiap anak berkewajiban untuk : (1) menghormati orangtua, wali dan guru; (2) mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman; (3) mencintai tanah air, bangsa, dan negara; (4) menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan (5) melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.”

Demi terwujudnya keamanan pada anak, pemerintah Indonesia menyediakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di 190 kabupaten dan 27 provinsi agar apabila kita mengetahui adanya kekerasan atau pelecehan kepada anak bisa dengan cepat melaporkannya agar segera diselesaikan.

“Saya bermimpi Indonesia menjadi juara Olimpiade sehingga merasa bangga ketika menontonnya di televisi” puisi harapan anak bangsa pada akhir upacara kemerdekaan Indonesia di Istana Presiden 17 Agustus 2015 lalu. Dari puisi itu terlihat betapa besarnya impian anak bangsa Indonesia untuk menjadi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan maju.

Jika ke tiga elemen penting yang bertanggung jawab atas perlindungan anak bisa saling bekerja sama dan berjalan sesuai dengan semestinya, maka akan menjadi solusi kreatif atas perlindungan anak agar semua mimpi, harapan, catatan anak Indonesia akan menjadi hal yang sangat indah dan membanggakan, bukan hanya sekedar mimpi tapi bisa menjadi nyata yang menjadi kebanggaan kita semua. Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s